Rabu, 20 Maret 2013

Jumat, 15 Maret 2013

TIPS - TIPS: TIPS AGAR Mr. P TERASA LEBIH BESAR

TIPS - TIPS: TIPS AGAR Mr. P TERASA LEBIH BESAR: Tips Seks Banyak pria kerap merasa ukuran kelaminnya kecil atau setidaknya biasa saja. Padahal 'senjata' ini bisa dibuat &#3...

Rabu, 13 Maret 2013

TIPS - TIPS: TIPS CEGAH VARISES

TIPS - TIPS: TIPS CEGAH VARISES: Tips Kesehatan Cara Mudah Mencegah Varises Penampilan dan bentuk kaki indah seorang perempuan tentu akan terganggu jika munc...

Selasa, 12 Maret 2013

TIPS - TIPS: TIPS BUAT ORANG YANG SUKA MENUNDA PEKERJAAN

TIPS - TIPS: TIPS BUAT ORANG YANG SUKA MENUNDA PEKERJAAN: Tips Kerja Seseorang seringkali menunda pekerjaannya dengan alasan malas, sibuk dan sebagainya. Psikolog, Susie Thompson yang menemu...

Sabtu, 09 Maret 2013

TIPS - TIPS: TIPS MERAWAT VAGINA

TIPS - TIPS: TIPS MERAWAT VAGINA: Tips Wanita 4 Tips Merawat Kebersihan Vagina dari Roro Fitria Vagina . Salah satu organ vital wanita yang sensitif dan berfungsi ...

Jumat, 08 Maret 2013

TIPS - TIPS: TIPS MERAWAT PERKAWINAN JARAK JAUH

TIPS - TIPS: TIPS MERAWAT PERKAWINAN JARAK JAUH: Tips Menarik SUAMI -istri tinggal terpisah memang bisa menimbulkan masalah. Tapi tetap ada jalan keluarnya, kok.  Kini makin ban...

Kamis, 07 Maret 2013

GORESAN LUKA INI ADALAH HARGA MATI



Pagi ini adalah hari pertama aku  merasa bahwa aku telah kehilangan segalanya , kehilangan semangat hidup, kehilangan kesempatan menyampaikan sesuatu dan  kesempatan meminta sesuatu. Kesempatan itu hanya sekali dalam  seumur hidupku, tidak akan terulang lagi sekalipun waktu akan diputarbalik seratus kali.

Aku dukuk termenung di depan pintu dengan tatapan jauh menerawang tetapi tatapan mata yang kosong, tak ada harapan lagi disana buat ku raih. Padahal pagi itu hari sangatlah cerah. Masih terlalu dini rasanya saat itu aku untuk memahami. Sungguh trauma yang sangat mendalam, Ibu…Ibuku telah meninggalkanku untuk selama-lamanya manakala aku belum bisa melakukan sesuatu bukan yang terbaik di mata Ibu, tetapi sesuatu yang baik di mata ibu ku. Bahkan semasa hidupnya tak pernah merasakan hal yang baik yang kulakukan buat Ibu ku.
Semasa hidupnya Ibu ku jarang sekali mengalami hal kebahagiaan, aku mengetahui semuanya tapi aku belum bisa dan tak pernah menyadari bahkan semenjak ibu ku sakit hampir 3 tahun lamanya saja aku hampir tidak menyadarinya. Hingga pada suatu siang itu mata, hati dan pikiranku mulai terbuka bahkan dari hal yang terkecilpun kesalahan yang aku lakukan aku mengingatnya. Tapi semua itu sia-sia.

Siang itu aku pergi kesawah sambil membawa ember yang berisi pupuk. Entah kenapa aku lakukan itu padahal di rumah, aku tahu keadaan ibuku sedang sakit bahkan aku menyadari mungkin aku besok sudah tidak bisa melihat ibu ku lagi. Sambil berjalan dipematang sawah aku menaburkan pupuk itu ke hamparan ladang padi rasanya belum lama aku sampai di sawah, paling sekitar 10 menit, tapi rasanya sudah lelah sekali. Lalu aku terduduk di pematang sawah sambil memainkan air yang mengalir diantara pematang. Nampak dari jauh adikku yang paling sulung berlari-lari kecil sambil memanggilku….mas….mas…pas dia tepat didepanku malah diam tak mengeluarkan sepatah katapun lalu adikku terduduk tepat disampingku tapi mulutnya tetap diam membisu. Lalu aku bertanya “ ono opo le ?. Kemudian adikku menjawab dengan sangat berusaha santai dan berusaha tenang “ Mamak wis ora ono mas…”. Lalu…aku bilang ke adikku..” o..yo wis. ra opo-opo. Yo wis kono balio ndisik engko aku nyusul”…kemudian adikku pulang menelusuri pematang sawah sambil sesekali tangannya meraih batang padi mencabut dan melemparkannya ketengah sawah berkali-kali. Betapa galau-nya jika kuperhatikan adikku. Aku berdiri dan terus memperhatikan setiap langkah kaki adikku sampai mulai tidak kelihatan.

Dengan perasaan campur aduk tapi aku tetap berusaha tenang..aku menuju ke tepi sungai lalu kubenamkam kepalaku kedalam sungai, ku lakukan berulang-ulang bahkan mungkin ada seratus kali, tapi aku tetap tidak bisa menangis bahkan sampai aku melihat ibuku terbujur kaku pun aku tidak bisa menangis. Bukan karena aku tidak menyayangi atau bukan juga aku tidak memikirkannya. Mungkin kalau boleh, TUHAN. minta beri aku waktu satu menit saja buat aku bicara sama ibuku lalu setelah itu ambillah nyawaku. Aku tahu semua dosa-dosaku terhadap ibuku mungkin tidak cukup waktu sehari buat menyampaikan maafku bahkan belum tentu seumur hidupku cukup buat ku menyampaikan permintaan maafku terhadap ibu. Tapi kali ini saja aku minta, satu menit saja buat bicara sama ibuku.